Sabtu, 27 Maret 2010

X vs X ?????

Menurut kabar yang beredar, kongres ILGA yang akan digelar di Surabaya akan dibatalkan. Tapi ternyata, ada kabar juga, kalo Kongres itu tetap akan dilaksanakan di Surabaya, dengan tempat yang tidak diketahui . Dengar kabar itu, jadi gag bisa nahan pengen ngomentarin plus nulis, numpahin uneg- uneg yang bener- bener bikin eneg. Well, let's check this out!!!

Homoseksual. Satu kata yang mungkin jaman sekarang udah nggak asing lagi kita denger. Bahkan anak SDpun mungkin udah tau apa itu gay dan lesbian. Yap...orang dengan orientasi seksual yang berbeda dengan kebanyakan orang, berbeda dengan manusia pada umumnya. Tentang makin berkembangnya komunitas gay dan lesbian ini, jujur, pada satu sisi aku terang- terangan menyalahkan, tapi di sisi lain, aku juga nggak mau men-judge bahwa keadaan mereka itu nggak bisa diterima. Sesuai agama yang aku anut, Islam, Allah itu menciptakan manusia, laki-laki dan perempuan untuk berpasang- pasangan. Berdasar hal ini, jelas, bahwa gay dan lesbian itu nggak boleh alias haram hukumnya untuk dilakukan. Apalah hukumnya, yang jelas aku menentang hal ini. Di sisi lain , itulah yang udah dikasih Allah untuk mereka. Orientasi seksual yang berbeda dengan orang pada umumnya.

Agak membingungkan mungkin. Tapi, satu yang pasti, aku menentang homoseksual dan juga kongres yang rencananya akan digelar di Surabaya. Alasan pertama, homoseksual menurutku merupakan perilaku menyimpang yang bisa ngerusak kodrat dan eksistensi kita sebagai seorang manusia. ADalam hal ini, aku nggak mau mengkritisi atau mengomentari perilaku homoseksual di negara- negara lain, apa yang aku omongin hanya seputar homoseksual di Indonesia. Sekali lagi, aku nggak peduli sama negara lain. Aku cuma peduli sama negaraku, jangan ampe moral bangsa kita ancur gara- gara perilaku yang nggak wajar seperti itu. Dan satu lagi, jangan ampe negara kita jadi tuan rumah dari kongres yang menurutku "nggak penting" banget. <> Kedua, kenapa aku nggak setuju? Ini nggak lain adalah karena dalam Undang- Undang kita, perkawinan itu adalah ikatan antara laki-laki dan perempuan, bukan perempuan vs perempuan atau laki- laki vs laki-laki. Terlalu jauh mungkin kalau kita ngomongin perkawinan. Tapi bukannya niat dan tujuan akhir hubungan yang didasarkan suka, sayang, atau cinta versi mereka dan kita itu adalah sama- sama perkawinan? Makanya itu, sedini mungkin, x vs x itu harus dihindari atau di-stop kalo bisa.

Jadi pada intinya, aku bener- bener menolak kongres gay n lesbian dilaksanakan di Indonesia. Negara kita udah dipandang sebegitu ancurnya, bahkan oleh masyarakatnya sendiri. Jadi mending nggak usah ditambah- tambahin dengan hal nggak penting macam itu.

Stop untuk kongresnya, sekarang kita bicarain tentang eksistensi gay dan lesbian yang makin membeludak di Indonesia. Komunitas gay dan lesbian, jujur aja awalnya aku kira merupakan semacam wadah bagi gay dan lesbian yang mau memperbaiki diri ato kasarnya ngomong sih, menormalkan diri mereka kembali. Tapi ternyata, waduuuuh...dugaanku salah besar, komunitas macam itu ternyata malah merupakan ajang kenalan n gaul gay n lesbian. Biar tambah ngeksis gitu, kata seorang lesbian yang aku tau.

Speechless, iya...banget-lah... ada yang ngomong gitu.

Well, apapun kontroversi yang ditimbulkan dari perilaku homoseksual ini, aku harap pemerintah tetap berpegang pada Undang- Undang no 1 tahun 1974 tentang perkawinan. Jangan sampai, di suatu waktu nanti, peraturan itu dirubah dan akhirnya melegalkan perkawinan x vs x. Jangan sampai, jangan sampai, dan jangan sampai. Sebanyak apapun komunitas gay dan lesbian. Sekeras apapun mereka menuntut persamaan hak tiap manusia untuk kawin. Jangan pernah melegalkan x vs x. Biarlah mereka tetap jadi minoritas, yang kepentingannya bisa dikesampingkan, walaupun ada kemungkinan suatu saat nanti kaum itu bisa jadi mayoritas.

p.s : kebebasan tiap manusia untuk berpendapat, kan? ini cuma pandanganku aja. Hidup itu pilihan. Mau jadi homoseks silahkan, mau jadi orang yang biasa2 dan sama dengan kebanyakan orang juga monggo....